Senin, 09 Mei 2016

Laporan Studi Lapang




LAPORAN PENELITIAN

STUDI KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS
DI PULAU MAITARA DESA AKEBAI KECAMATAN TIDORE
UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN

EKOLOGI PERAIRAN

OLEH:


IKBAL BUAMONA
05161311014
 





PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS KHAIRUN
TERNATE
2014
 










LEMBARAN PENGESAHAN



Judul  Laporan                       : Studi Komunitas Makrozoobenthos Di Perairan Pulau Maitara Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan


Nama Mahasiswa                    : Ikbal Buamona
NPM                                        : 05161311014
Asisten Kordinator                 : Herman A. Musa, S.Pi


Komposisi Nilai :
a)      Nilai laporan                       :
b)      Nilai ujian praktikum          :
c)      Nilai akhir                           :
d)     Kualifikasi                          : lulus/tidak lulus


Ternate, 16 Desember 2014

Dosen Penanggungjawab                                                          Asisten Praktek


Salim Abubakar, S.Pi, M.Si                                         Herman .A. Musa, S.Pi
NIP. 197505032001121004









BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Perairan laut Indonesia berbagai sumberdaya hayati yang sangat potensial untuk dikembangkan bagi kesejahteraan manusia. Namun pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya hayati yang ada di laut kebanyakan hanya di fokuskan pada sumberdaya alam lainnya relatif belum tersentuh dan mendapat perhatian untuk pengelolaannya. Salah satu jenis sumberdaya yang belum banyak mendapat perhatian untuk di kembangkan tetapi mempunyai nilai ekonomis penting salah satunya organisme yang ada di padang lamun.
Makrozoobentos merupakan organisme yang hidup melata, menempel, memendam dan meliang baik didasar perairan maupun di permukaan dasar perairan. Organisme ini hidup pada lumpur, pasir, kerikil maupun sampah organic, baik di perairan laut, sungai serta danau. Organisme yang termasuk makrozoobentos diantaranya adalah: Crustacea, Isopoda, Decapoda, Oligochaeta, Mollusca, Nematoda dan Annelida.
Ada beberapa spesis makrozoobenthos yang mendiami daerah padang lamun menunjukan bahwa adanya kehidupan yang dinamik terjadi interaksi antar lamun dan biota-biota laut, terutama saling memanfaatkan dan saling membutuhkan dalam proses pertumbuhan dan berkembang biak. Adapula komunitas bentos yang memliki peranan penting bagi kepentingan manusia misalnya sebagi makanan manusia, sebagai mata rantai makan di laut dan sebagai indicator suatu perairan. Dengan demikian menunjukan bahwa keberadaan makrozoobenthos pada daerah padang lamun memiliki potensi yang cukup besar untuk dikelola dan di manfaatkan oleh masyarakat serta menunjang produksi perikanan di wilayah pesisir.
Studi komunitas makrobentos pantai karang serta keterkaitannya dengan aktivitas manusia di daerah tropis dan daerah temperate belum banyak diinformasikan (Addessi, 1994; Pinn dan Rodgers, 2005; Smith et al. 2008; Tomascik, 1997). Informasi ekologis pantai karang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola dan memantau kondisi pantai. Apabila beberapa spesies menjadi jarang ditemukan, maka perlu dilakukan pembatasan pengunjung di area intertidal (Tomphson et al. 2002).
Melihat potensi dan manfaat biota perairan khususnya organisme makrozoobenthos yang sangat besar maka upaya pengelolaan dan pemanfaatannya perlu di kembangkan dan di lestarikan.
Sehingga untuk menggali dan memperoleh informasi yang lebih detail terhadap struktur komunitas makrozoobenthos, maka perlu di lakukan kegiatan praktikum Ekologi Hewan dengan judul “Studi Komunitas Makrozoobenthos Di Perairan Pulau Maitara Desa Akebai Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan”.

1.2. Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan manfaat pada penelitian ini yaitu :
·         Tujuan diadakan praktikum ini adalah mahasiswa dapat melihat, mengamati, mengetahui serta mengidentifikasi benthos apa saja yang ada di lokasi maitara
·         mengamati makrobentos serta mendeskripsikan dan mengetahui susunan klasifikasinya
Manfaat diadakannya praktikum ini yaitu setiap mahasiswa dapat mengidentifikasi benthos apa saja yang hidup di dasar perairan Pulau Maitara serta mengetahui beberapa kelas dan jenis dari makrobentos yang di temukan di perairan Pulau Maitara.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Makrozoobenthos
Secara etimologi makrozoobentos bebrasal dari dua kata yaitu makro dan zoobentos yang berarti hewan dasar yang berukuran besar (Barnes, 1994). Kelompok hewan-hewan tersebut antara lain asteroid (bintang laut), echinoidea (bulu babi), holthutroidea (teripang), dan gastropoda (keong).
Dahuri (2001) dalam Rachmawaty (2011), menyatakan bahwa secara empiris wilayah pesisir merupakan tempat aktivitas ekonomi yang mencakup perikanan laut dan pesisir, transportasi dan pelabuhan, pertambangan, kawasan industri, agribisnis dan agroindustri, rekreasi dan pariwisata serta kawasan pemukiman dan tempat pembuangan limbah. Makrozoobentos merupakan salah satu biota yang hidup didasar perairan. Lind (1979) dalam Sinaga (2007), menyatakan bahwa organisme bentos memainkan peran penting dalam komunitas dasar, karena fungsinya dalam proses mineralisasi dan pendaur ulang bahan organik yang tertangkap di dalam lingkungan perairan. Sifat pergerakan makrozoobentos yang terbatas atau relaitf menetap dan habitat hidupnya di dasar perairan yang merupakan tempat bahan pencemar maka perubahan kualitas air dan substrat hidupnya mempengaruhi kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos.

Bentos adalah organisme flora dan fauna atau jasad nabati yang hidup mendiami dasar suatu perairan. Fauna benntos adalah organisasi yang hidup meletakkan diri pada suatu perairan (Odum, 1996). Menurut Nybakken (1992), fauna bentos di bagi menjadi dua bagian, yaitu epifauna dan infauna. Epifauna adalah organisme bentik yang hidup pada atau bergerak melalui permukaan substrat atau organism bentik yang hidup pada permukaan dasar laut. Sedangkan infauna adalah organism bentik yang mempunyai kebiasaan hidup membenamkan dirinya ke dalam dasar peraiaran, menggali saluran atau membuat lubang di dasar perairan.
2.2. Klasifikasi Organisme Makrozoobentos
2.2.1. Phylum Echinodermata
Phylum echinodermata merupakan golongan hewan invertebrate yang berkulit duri. Echinodermata berasal dari kata echinos yang berarti berduri dan derma berarti kulit. Hal ini di sebabkakn karena adanya rangka di dalam yang berhubungan dengan duri-duri. Sehingga permukaan tubuhya seperti berduri. Echinodermata merupakan satu-satunya phylum dalam dunia binatang dimana anggotanya tidak ada yang hidup parasit (Soewignyo, 1989). Adapun yang termasuk dalam golongan ini antara lain adalah teripang laut, bintang laut, ular laut, bulu babi dan lilia laut.

Echinodermata memiliki ciri khas sebagai berikut:
  1. Susunan tubuh radial,
  2. Skeleton terbentuk dari CaCO3,
  3. Hidup tidak berkoloni,
  4. Alat gerak berupa system ambulakral,
  5. Semua hidup di laut,
  6. Klasifikasi di dasarkan pada beberapa factor berikut:
    1. Cara bergerak,
    2. Bentuk tubuh,
    3. Bahan pembentuk skeleton,
    4. Meluasnya coelon,
    5. System alat gerak (system ambulakral).
    6. Alat respirasi.
Phylum echinodermata dibagi menjadi 5 kelas, yaitu Holothuroidea (teripang laut), Asterodea (bintang laut), Ophiuridea (bintang ular laut), echinoidea (bulu babi), dan Crinoidea (lilin laut). Kuncoro (2004).
Soewignyo (1989), secara lengkap mengklasifikasikan phylum echinodermata sebagai berikut:
1. Kelas Asteroidea (Bintang Laut)
Asteroidea berasal dari bahasa yunani Aster ( bintang ) dan eiodes ( bentuk ). Sehingga kelompok ini sering disebut sebagai bintang laut. Kelas ini memiliki tubuh pipih berbentuk seperti bintang atau pentagonal, terdiri atas lima lengan yang tersusun simetri radial. Pada ujung-ujung lengan terdapat alat sensor yang bentuknya menyerupai tentakel dan bintik mata pada ujungnya mengandung pigmen merah yang peka terhadap cahaya.
Ø  Klasifikasi Ilmiah dari spesies Linckia laevigata sebagai berikut :
Kingdom: Animalia
Phylum: Echinodermata
                        Kelas: Asteroidea
                                    Ordo:Valvatida
                                                Family: Ophidiasteridae
                                                            Genus: Linckia
                                                                        Spesies: Linckia laevigata
Ø  Klasifikasi ilmiah dari spesies Ophirachnela gorgana sebagai berikut :
Kingdom:  Animalia
Phylum: Echnodermata
                                    Kelas: Asteroidea        
Ordo: Valvatida
Family : Presteridae
Genus  : Ophirachnela
Spesies: O. Gorgana.
Ø  Klasifikasi Ilmiah dari spesies P. Nododus sebagai berikut :
Kingdom: animalia
                        Filum: echinodermata
                                    Kelas: asteroidea
                                                Ordo: valvatida
                                                            Famili: presteridae
Genus: protoreaster    
                                                                                    Spesies: P. Nododus

2. Kelas Holothuroidea (Teripang)
Berperan sebagai pembersih di laut karena merupakan pemakan kotoran dan sisa makhluk hidup yang lain, contohnya Holothuria Sp. (teripang). Hewan ini memiliki duri yang halus sehingga berbeda dengan Echinodermata yang lain. Bentuk tubuhnya menyerupai mentimun sehingga disebut juga sebagai mentimun laut atau teripang.                   
Mulut terletak pada bagian anterior dan anus terletak pada bagian posterior. Tiga baris kaki di daerah ventral untuk bergerak dan dua baris di bagian dorsal digunakan untuk bernapas.
Ø  Klasifikasi ilmiah dari spesies H. Endulis sebagai berikut :
Kingdom:  Animalia
                        Phylum:  Echinodermata
                                    Class:  Holothuroidea
                                                Ordo:  Aspidochirotida
                                                            Family :  Holothuroidea         
                                                                        Genus :  Holothuria
                                                                                    Species :  H. Edulis
Ø  Klasifikasi ilmiah dari spesies H. Scabra sebagai berikut :
Kingdom: Animalia
                        Phylum:  Echinodermata
                                    Class:  Holothuroidea
                                                Ordo: Aspidochirotida
                                                            Family : Holothuroidea
                                                                        Genus : Holothuria                        
                                                                                                Species: H. Scabra

3. Kelas Bivalvia (Kerang-kerangan)

Bivalvia adalah kelas dalam moluska yang mencakup semua kerang-kerangan: memiliki sepasang cangkang (nama "bivalvia" berarti dua cangkang). Nama lainnya adalah Lamellibranchia, Pelecypoda, atau bivalva.
Dalam kelompok ini termasuk berbagai kerang, kupang, remis, kijing, lokan, simping, tiram, serta kima; meskipun variasi di dalam bivalvia sebenarnya sangat luas. Kerang-kerangan banyak bermanfaat dalam kehidupan manusia sejak masa purba. Dagingnya dimakan sebagai sumber protein. Cangkangnya dimanfaatkan sebagai perhiasan, bahan kerajinan tangan, bekal kubur, serta alat pembayaran pada masa lampau. Mutiara dihasilkan oleh beberapa jenis tiram. Pemanfaatan modern juga menjadikan kerang-kerangan sebagai biofilter terhadap polutan.



Klasifikasi ilmiah dari spesies Pincatda maxima sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum: Mollusca
Kelas : Bivalvia
Family : Pteriidae
Ordo: Amysomynarya
Genus: Pincatda
                                                                                    Spesies: Pincatda maxima     
 
Ø  Klasifikasi ilmiah dari spesies Anandara granosa sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Bivalvia
Ordo :  Arcoida
Family : Arcidae         
Genus : Anadara
Spesies : Anandara granosa
 
4. Kelas Echinoidea ( Bulu babi )
Bulu babi termasuk Filum Echinodermata, bentuk dasar tubuh segilima. Mempunyai lima pasang garis kaki tabung dan duri panjang yang dapat digerakkan. Kaki tabung dan duri memungkinkan binatang ini merangkak di permukaan karang dan juga dapat digunakan untuk berjalan di pasir.
Ø  Klasifikasi ilmiah dari spesies Deadema setosum sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
            Phylum : Echinodermata
                        Kelas :  Echinoidea
                                    Ordo: Cidaroidae
                                                Family : Diadematidae
                                                            Genus  :  Diadema
                                                                        Spesies : Deadema setosum

Ø  Klasifikasi ilmiah dari spesies Deadema antillarum sebagai berikut :
Kingdom: Animalia
            Phylum : Echinodermata
                        Kelas: Echinoidea
                                    Ordo: Cidaroidae
                                                Family: Diadematida
                                                            Genus: Diadema                                                                                                                                            Spesies: Deadema antillarum

 

5. Kelas Gastropoda (Siput atau Keong)
Soewigyo (1989), menyatakan bahwa Gastropoda biasanya disebut siput atau keong dan merupakan kelompok molluscha yang paling berhasil menduduki berbagai habitat yakni terdapat di darat, perairan tawar dan terbanyak di laut. Gastropoda biasanya di tamui pada berbagai jenis lingkungan dan bentuknya telah menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Selanjutnya grastopoda hidup tersebar luas di perairan Indonesia seperti Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku dan Irian Jaya (Jasin, 1989). Klasifikasi kelas Gastropoda sebagai berikut :


Ø  Klasifikasi ilmiah dari spesies Cypraea tigris sebagai berikut :
Kingdom :  Animalia
Phylum :  Mollusca
Kelas : Gastropoda
Ordo :  Prosobranchia
Family :  Cypraeidae
Genus :  Cypraea
Spesies :  Cypraea tigris


Ø  Klasifikasi ilmiah dari spesies Tronchus niloticus sebagai berikut :
Kingdom : Animalia  
Phylum : Molusca
Kelas : Gastropoda
Ordo : Prosobranchia
Family : Tronchidae   
Genus : Tronchus
Spesies : Tronchus niloticus

Ø  Klasifikasi ilmiah dari spesies Strombus luhuanus sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Kelas : Gastropoda
Family : Strombidae
Ordo : Mesogastropoda
                                                                        Genus: Strombus        
Spesies : Strombus luhuanus

2.2.2. Phylum Molluscha
Pylum moluscha merupakan hewan lunak. Moluscha berasal dari kata latin moluscus yang artinya lunak, sehingga dikatakan kelompok hewan ini mempunyai tubuh yang lunak, dan tidak beruas-beruas atau tidak bersegmen dengan badan tubuh yang anterior yaitu kepala sedangkan bagian perut sebagai otot kaki (Kuncoro, 2004).

Ø  Klasifikasi filum moluscha sebagai berikut.
                Phylum : moluscha
                          Kelas : gastropoda
                                    Sub-kelas : prosobranchia
                                              Ordo : acheogastropoda
                                                           Genus : holiotis, trochus, turbo
                                                                        Spesis : thrombus, lambis



2.3. Morfologi Makrozoobentos
2.3.1. Kelas Astroidea (bintang laut)
Bintang laut biasanya berbentuk simetri radial dengan cara geraknya yaitu bergerak bebas pada batu, karang dan pasir laut. Bintang laut biasanya bergerak dengan menggunakan tangan, dimana keluarnya tonjolan-tonjolan dari tubuh yang terdiri dari central disk. Tangan bintang laut mempunyai lima buah yang menjalur ke sekeliling arah dari pusat atau cakramnya.